Sabtu, 10 Desember 2016

obat diabetes

Diabetes merupakan salah satunya penyakit yang sering diderita kebanyakan orang Indonesia. Diabetes (diabetes mellitus) atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai kadar gula dalam darah meningkat tinggi melebih batas normal atau disebut Hiperglikemi. Ini karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara sempurna. Insulin sendiri merupakan hormon yang dihasilkan oleh tubuh dan memiliki fungsi penting dalam metabolisme glukosa.
Sementara, diabetes juga memiliki 2 tipe sesuai kadar penderita diabetes atau yang diistilahkan DM tipe 1 dan DM tipe 2. DM tipe 1 ditandai dengan penderita diabetes yang kekurangan kadar insulin dimana sel dalam tubuh memerlukan insulin agar gula dalam darah dapat masuk ke dalam sel dan dipakai sebagai sumber energi. Bila jumlah insulin kurang, tentu saja gula tidak dapat diserap ke dalam sel dan tetap bekerja dalam darah Di samping itu, DM tipe 2 menandakan kondisi penderita diabetes mengalami resistensi insulin dimana jumlah insulin cukup (berkurang sedikit) namun sel-sel tubuh tidak dapat memanfaatkannya dengan baik, sehingga terjadi defisiensi insulin relatif.

Penyebab Diabetes

Penyebab awal diabetes berasal dari konsumsi makanan kurang tepat. Diabetes terjadi karena konsumsi makanan berkarbohidrat secara berlebihan dan terus menerus, juga dipengaruhi oleh kondisi stres serta efek samping dari penyakit obesitas (usia 40 tahun). Secara proses (metabolisme) dalam tubuh, diabetes terjadi akibat ketidakmampuan tubuh mengubah makanan yang masuk menjadi energi sesuai fungsinya.
Selain penjelasan sebelumnya bahwa diabetes disebabkan karena kekurangan kadar insulin atau masih dalam jumlah cukup (kurang sedikit) dan tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan sempurna, juga disebabkan oleh kerusakan pada sel pankreas yang tidak dapat memproduksi insulin yang dibutuhkan untuk menstabilkan gula darah.

Gejala Diabetes

Beberapa gejala yang dialami penderita diabetes cukup terasa dampaknya, dan dapat diketahui secara dini diantaranya sering buang air (kencing) atau polydipsia, selalu merasa lapar (polyphagia) serta merasa haus, penglihatan menjadi kabur (retinopati diabetic), kesemutan pada bagian tangan dan kaki disertai gatal (neuropati diabetic), terganggunya keseimbangan gerak tubuh, berat badan menurun dratis, mudah lelah atau mengalami kantuk berat, keseringan mual dan terjadi kepusingan. Selain itu, penderita diabetes dengan mudahnya rentan terhadap infeksi terutama pada kulit dan jika dalam jangka panjang akan mengakibatkan komplikasi diabetic.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar